Warga Tapteng Jual Batu Meteorit Dengan Harga Fantastis, Laku Berapa?

594
Warga-Tapteng-Jual-Batu-Meteorit-Dengan-Harga-Fantastis,-Laku-Berapa?
Batu yang menimpa rumah Josua Hutagalung. (Abdi Somat Hutabarat/detikcom)

JAKARTA, MitraNews.co – Josua Hutagalung, warga Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara (Sumut), mengaku jual Batu meteorit yang menimpa rumahnya. Selain batu yang diklaim dari langit, Josua juga mengaku menjual atap rumahnya yang bolong akibat ditimpa meteorit.

“Batunya kemarin saya jual Rp 200 juta. Itu beratnya 1.800 gram. Itu saya jual ke orang Bali, atas nama Jared, bule tuh. Terus dia juga beli atap seng yang bolong Rp 14 juta. Jadi total Rp 214 juta,” kata Josua saat dihubungi, Rabu (18/11/2020).

Batu tersebut ada di tangannya lebih dari 3 bulan. Dia mengatakan, selain di rumahnya, sebenarnya ada dua lokasi lain jatuhnya meteorit.

“Sebagai tambahan, tidak hanya di rumah saya. Tapi ada tiga titik di depan mata. Ada di persawahan dan di rumah warga di Dusun Perbatua,” kata dia.

Dia mengaku suara dentuman tersebut terdengar dari arah samping rumahnya. Saat dicek, atap rumahnya antara ruang tengah dan dapur sudah bolong.

Dia mengaku juga mendapati tanah di rumahnya sudah berlubang akibat meteorit tersebut. Batu tersebut masuk ke tanah sedalam sekitar 15 cm atau seukuran sejengkal orang dewasa. Tanah sekitar lubang itu, menurutnya, juga tampak mengering.

“Saya nggak lihat di langit. Saya nemu batunya saat sudah jatuh. Jatuh di samping rumah dekat fondasi,” ujar Josua.

Dia mengatakan batu tersebut jatuh pada Sabtu (1/8) sekitar pukul 16.00 WIB. Dia mengatakan batu yang terpendam di tanah tersebut terasa hangat.

“Kan (batu) jatuh, yang menggali istri saya pakai cangkul. Lalu diambil istri saya, baru di depan rumah saya pegang. Batunya (nggak panas), sudah hangat. Karena awalnya kita cari nggak kelihatan, tapi beberapa menit kemudian baru ketemu,” tuturnya.

Josua mengatakan pihak kecamatan dan TNI-Polri sempat datang ke rumah untuk melihat batu dari langit tersebut. Namun dia mengatakan Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) tidak sempat datang ke rumahnya.

berobat ke malaysia dalam kondisi pandemi covid-19

Sementara itu, Kepala Bagian Humas Lapan Jasyanto mengatakan belum bisa menyebut batu itu meteor. Dia mengatakan tak bisa mengidentifikasi batu tersebut lewat foto.

“Kami belum bisa identifikasi karena belum lihat langsung,” kata Jasyanto, Senin (3/8). Dia meminta mengecek ke situs lapan.go.id soal informasi ada-tidaknya benda langit jatuh di wilayah Indonesia.

 

sumber : detik.com

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini