Warga Kepulauan Meranti Positif Covid-19 Pasca Pulang dari Popes di Magetan

Kabupaten Kepulauan Meranti menjadi daerah yang ke-11 di Provinsi Riau yang terinfeksi virus Corona

265
Pasien Covid-19 sedang dirawat./net.

PEKANBARU, MitraNews.Co –¬†Kabupaten Kepulauan Meranti menjadi daerah yang ke-11 di Provinsi Riau yang terinfeksi virus Corona. Setelah Kuansing, hari ini terdapat satu warga Meranti dinyatakan positif Covid-19, yakni IA.

Pasien berinisial IA merupakan warga Desa Bandul, Kecamatan Tasik Putripuyu.

“Pasien ke-88 di Riau adalah IA. Remaja 19 tahun warga Kepulauan Meranti yang sudah diisolasi dan dirawat di Meranti. IA merupakan hasil tracing dari kepulangan santri dari Magetan, Jawa Timur,” kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau Drs Hj Mimi Yuliani Nazir saat konferensi pers, Rabu (13/5/2020) di Posko Covid-19 Gedung Daerah Provinsi Riau, Pekanbaru.

Selain IA, lanjut Mimi, untuk hari ini terdapat penambahan 7 kasus baru di Riau berdasarkan hasil pemeriksaan swab pasien di Laboratorium Biomolekuler RS Arifin Ahmad, Pekanbaru.

“7 positif Covid-19 yang baru terdiri dari Indragiri Hulu 1 orang, Pelalawan 1 orang, Pekanbaru 3 orang, Dumai 1 orang, dan Kepulauan Meranti 1 orang. Dengan penambahan 7 kasus positif tersebut maka per hari ini, Rabu 13 Mei 2020, jumlah keseluruhan di Riau menjadi 88 kasus,” jelas Mimi.

Sementara itu, KetuaTim Gugus Tugas Covid-19 Kepulauan Meranti, Drs H Irwan, kepada wartawan membenarkan informasi tersebut. Pasien IA selanjutnya akan diisolasi di tempat khusus yang sudah disediakan petugas di RSUD.

“Kita sudah mendengar kabar tersebut. Pasien terkait sudah kita rawat dan isolasinya akan diperketat. Namun kita belum mendapatkan hasil resminya,” kata Irwan.

Dikatakan Irwan, awalnya ada tiga PDP yang diisolasi di RSUD Kepulauan Meranti. Hasil rapid testnya menunjukkan keadaan yang mengarah kepada covid-19. Kemudian dilakukan tes swab. Mereka terjangkit virus corona setelah pulang dari Pondok Pesantren (Ponpes) Al-fatah Temboro, Magetan, Surabaya, Jawa Timur. Dimana sejumlah santri pesantren tersebut juga banyak yang positif corona.

“Awalnya ada tiga orang yang kita lakukan isolasi, satunya sudah kita perbolehkan pulang karena kondisi semakin baik. Sementara dua orang lainnya yang awalnya satu ruangan sudah dipisahkan menyusul hasil Swab nya keluar,” kata Irwan.(nal/syah)