Jalan Tol Pekanbaru-Dumai Bisa Digunakan Pertengahan Bulan Ini

PT Hutama Karya (Persero) berkomitmen terus melanjutkan pembangunan jalan tol Trans-Sumatra

305
Presiden Joko Widodo (kedua kiri) didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono melakukan peninjauan pembangunan ruas Tol Pekanbaru-Dumai di Provinsi Riau, Jumat (21/2 - 2020). Ruas tol Pekanbaru/Dumai ditargetkan rampung pada April 2020. Peningkatan infrastruktur termasuk lewat Trans Sumatra diharapkan bisa meningkatkan perekonomian dan dongkrak daya saing Indonesia. Bisnis/Agne Yasa.

Jakarta,  MitraNews.Co  — PT Hutama Karya (Persero) berkomitmen terus melanjutkan pembangunan jalan tol Trans-Sumatra dengan menerapkan protokol pencegahan penyebaran Covid-19.

Direktur Utama Hutama Karya Bintang Perbowo mengatakan bahwa hingga saat ini perusahaan berkomitmen dalam pelaksanaan pembangunan jalan tol Trans-Sumatra pada saat pandemi Covid-19.

“Ini karena infrastruktur salah satu kegiatan yang mendapat prioritas dapat berlanjut, tentunya tetap menggunakan protokol untuk Covid-19. Jadi, di tol Trans-Sumatra terus berjalan,” ujarnya dalam konferensi pers melalui video terkait dengan penerbitan global bonds oleh Hutama Karya, Selasa (5/5/2020).

Bintang menambahkan bahwa proses konstruksi atau pembangunan jalan tol tetap ada dan semua karyawan harus mematuhi anjuran pemerintah untuk tetap tinggal di tempat dan tidak mudik dengan harapan agar program pemerintah untuk memutus penyebaran covid-19 dapat dilakukan lebih cepat.

Lebih lanjut, katanya, salah satu konstruksi yang berlangsung dan segera rampung adalah jalan tol Pekanbaru—Dumai dan direncanakan bisa digunakan pada medio Mei 2020 ini.

“Mudah-mudahan 15 atau 20 Mei ini, satu lagi bentang dari ruas Pekanbaru—Dumai sepanjang 131 kilometer itu sudah dilalui, dibuka, untuk dipakai, kalau peresmian menunggu suasana ini [kondusif], tapi kalau untuk dibuka dan dipakai, nanti kami akan melaporkan ke Kementerian PUPR,” jelasnya.

Sejak 2014, Hutama Karya telah diberikan mandat oleh pemerintah untuk membangun dan mengembangkan jalan tol Trans-Sumatra (JTTS) sepanjang 2.769 kilometer melalui Perpres No. 100/2014 yang kemudian diperbaharui menjadi Perpres No. 117/2015.

Hingga saat ini, sepanjang 500 kilometer ruas tol di JTTS telah terbangun dengan 368 kilometer ruas tol telah beroperasi penuh. Beberapa ruas tol tersebut di antaranya adalah tol Bakauheni—Terbanggi Besar (Bakter) sepanjang 140 kilometer, Terbanggi Besar—Pematang Panggang—Kayu Agung (Terpeka) sepanjang 189 kilometer, Palembang—Indralaya (Palindra) sepanjang 22 kilometer, dan Medan—Binjai (Medbin) sepanjang 17 kilometer.

Selama 2020, Hutama Karya menargetkan penyelesaian pembangunan JTTS terus berlanjut untuk beberapa ruas prioritas yang di antaranya adalah ruas tol Pekanbaru—Dumai sepanjang 131 kilometer dan progres konstruksi sudah mencapai 97 persen secara rata-rata.

Kemudian, ruas tol Sigli—Banda Aceh Seksi 4 Indrapura—Blang Bintang sepanjang 13,50 kilometer yang progres konstruksinya telah mencapai 99 persen secara rata-rata serta terakhir ruas tol Medan—Binjai Seksi 1 sepanjang 6 kilometer yang ditargetkan selesai pada Juli 2020.

Lebih lanjut, Bintang mengatakan secara keseluruhan memang terdapat beberapa konstruksi proyek yang terdampak Covid-19. Namun, Hutama Karya masih menjalankan beberapa proyek seperti proyek milik PT Pertamina dan PT PLN.

“Mudah-mudahan bisa kembali sesuai schedule, saat ini memang tidak setop, tapi agak menurun sesuai protokol Covid-19 ini,” ujarnya.