Ini yang Harus Dilakukan Orangtua Agar Anak Suka Makan Sayur

317
Ilustrasi anak makan sayur. parents.com

MitraNews.co – Pola makan anak merupakan hal yang sangat penting terhadap tumbuh kembangnya. Oleh karena itu, penting untuk mengenalkan anak pada berbagai jenis makanan termasuk sayur.

Dokter spesialis anak konsultan tumbuh kembang pediatri sosial RS Pondok Indah Jakarta Catharine Mayung Sambo memberikan kiat dalam mengajarkan anak agar memiliki kebiasaan positif salah satunya agar terbiasa makan sayur.

“Kita perkenalkan lalu setelah dia habiskan, kita beri apresiasi. Itu akan terdaftar dalam ke sistem dia sebagai pengalaman baru yang positif, dan semakin sering diulang akan menjadi sistem kebiasaan,” ujar Catharine dilansir dari Antara.

Pengulangan secara konsisten dapat membuat hal baik terdaftar dalam sistem otak bawah sadar. Di kemudian hari, ketika anak melihat sayur ingatan mereka yang muncul adalah pengalaman positif tentang sayur-sayuran.

“Ketika dia melihat sayur itu dia akan langsung terpacu ‘Oh dulu saya waktu pertama coba ini diapresiasi keluarga kalau dihabiskan.’ Ini jadi isyarat kalau sayur adalah hal baik yang harus ia habiskan,” terang Catharine.

Membiasakan hal baik secara terus menerus dapat sangat bermanfaat bagi anak di masa depan. Menurut Catharine, membiasakan hal baik dengan apresiasi dapat dilakukan sejak masa menyusui. Para ibu dapat menciptakan kedekatan dan ikatan khusus yang baik dengan sang anak.

“Ketika bonding baik, anak juga mendekat pada kita, ini faktor yang sangat baik untuk kita mengasuh anak dan menuntun dia ke arah yang lebih baik,” jelasnya.

Saran lainnya, orangtua fokus memantau pertumbuhan dan perkembangan anak. Tidak melakukan pemantauan dibarengi kegiatan lain yang dapat mengurangi fokus misalnya sambil memainkan ponsel, menonton dan hal lain yang sebenarnya bisa dikesampingkan terlebih dahulu.

Menyempatkan banyak waktu khusus untuk anak dapat membuat orangtua paham perilaku dan sinyal-sinyal yang diberikan oleh anak, imbuhnya.

“Semakin sering menghabiskan waktu bersama anak, kita akan lebih cepat menginterpretasi sinyal-sinyal yang dia berikan. Misalnya anak mulai rewel mungkin dia lelah atau haus. Kita bisa segera memberi jawaban yang sesuai. Coba ini dilakukan secara konsisten. Saya yakin kita punya kemampuan yang bagus sebagai orangtua,” tandasnya.