Curah Hujan Tinggi, Kabupaten Batubara Darurat Bencana

480
curah-hujan-tinggi-kabupaten-batubara-darurat-bencana-xnq
Bupati Batubara Zahir bersama BPBD dan OPD meninjau sungai Dalu-dalu, Desa Sukaraja, Kecamatan Airputih, yang meluap karena tingginya curah hujan. (Foto: SINDONews/ist)

BATUBARA, MitraNews.co – Bupati Zahir menetapkan Kabupaten Batubara sebagai daerah darurat bencana. Hal ini seiring tingginya curah hujan dan banjir kiriman yang menerpa ribuan rumah dan ratusan hektare areal pertanian masyarakat terendam banjir.

Hal ini disampaikan Bupati Zahir disela-sela kunjungannya bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan OPD terkait meninjau luapan sungai Dalu-dalu di Desa Sukaraja, Kecamatan Airputih, Selasa (8/12/2020) sore kamarin.

Zahir melihat langsung kekawatiran para petani yang bergotong royong membuat benteng dari karung pasir sepanjang alur sungai untuk menghempang luapa air yang sudah menyentuh jembatan penghubung di jalan lintas Sumatera.

Dalam kesempatan ini, Zahir meminta BPDB, Camat dan Lurah untuk segera memperkuat koordinasi terkait persoalan bencana yang menimpa warga. Oleh karena itu, BPBD harus siaga di daerah-daerah rawan, termasuk wilayah aliran sungai Dalu-dalu.

“Sungai Dalu-dalu meluap sebagaimana kita lihat bersama disebabkan tingginya curah hujan, sekaligus kiriman dari hulu yaitu wilayah Simalungun,” ujar Zahir.

Sebelumnya ratusan rumah penduduk di Desa Gambus Laut, Kecamatan Limapuluh Pesisir, Rabu malam terendam banjir. “Sore air sudah meluap, dan tengah malam air sudah masuk ke dalam rumah,” kata Salim Amiko, warga setempat.

Sementara ratusan warga wilayah Dusun IV, VII dan VIII, tepatnya Desa Perkebunan Sei Balai, Kecamatan Sei Balai, kini terisolir, karena terendam banjir hingga sepinggang orang dewasa. Bahkan jalan menuju desa tak kelihatan sehingga menyulitkan warga untuk keluar.

berobat ke malaysia dalam kondisi pandemi covid-19

Seorang warga bernama Linda Elinda dalam status facebooknya mengungkapkan banjir yang menerpa tiga dusun yang merupakan pusat desa mengakibatkan warga terisolir dan tidak bisa keluar.

Disebutkannya juga meski telah dilaporkan kepada Camat, BPBD bahkan Bupati namun belum ada upaya yang dilakukan pemerintah mengatasi banjir yang menimpa desa yang letaknya terpencil dan lebih dekat ke ibukota Kabupaten Asahan, tersebut.

 

sumber: Sindonews.com