bpom-gelar-forum-komunikasi-publik-bersama-instansi-terkait-dan-umkm

PEKANBARU, MitraNews.coBadan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Pekanbaru, menggelar Forum Komunikasi Publik pada Unit Pelayanan Publik, Rabu (2/12/2020) dengan melibatkan berbagai instansi dan UMKM.

Kepala BPOM Pekanbaru yang baru, Yudi Noviandi mengatakan, tujuan kegiatan FGD ini yakni bagi BBPOM Pekanbaru, untuk memperoleh masukan dan usulan terkait kebijakan

Sarana mengajak dan mendidik publik, sebagai fungsi monitoring dan evaluasi untuk mengetahui efektifitas dari kebijakan yang ditetapkan.

Sedangkan bagi publik, FGD ini bertujuan memberikan ruang partisipasi publik, untuk memperoleh pengetahuan terkait berbagai kebijakan yang akan dan sudah ditetapkan memperoleh kepastian.

”Jadi diskusi ini sengaja kami adakan, agar BPOM semakin baik dalam pelayanan masyarakat Riau, terkait obat-obatan dan makanan,” kata Kepala BPOM Pekanbaru Yudi Noviandi.

Kegiatan ini, sebut Yudi Noviandi sesuai Undang-undang Republik Indonesia nomor 25 tahun 2009 tentang pelayanan publik peraturan Menpan-RB nomor 39 tahun 2012 tentang pedoman pengembangan budaya kerja. Kemudian Peraturan Menpan-RB nomor 17 tahun 2017 tentang pedoman penilaian kinerja unit penyelenggara pelayanan publik l, peraturan BPOM nomor 27 tahun 2018 tentang standar pelayanan publik dilingkungan BPOM.

”Kami ingin mendengar segala masukan, agar tugas kami dapat terlaksana sesuai dengan harapan masyarakat,” ungkap Yudi.

Sesuai tupoksi BPOM, pihaknya juga ingin meningkatkan pengawasan. Dengan melakukan pemeriksaan sampling dan uji laboratorium. Kemudian, melakukan penindakan sesuai dengan KIE (Komunikasi Informasi dan Edukasi).

Artinya, sambung Yudi, pihaknya meminta masukan dan saran terkait pelayanan, seperti ketersediaan aplikasi Layanan Pengujian, Layanan SKI/ SKE dan Layanan Konsultasi.

Menurut dia, kondisi yang terjadi saat ini. Ada anggapan bahwa pengurusan izin atau pengujian bdi BPOM terkesan lama, mahal. Lalu, dinilai tidak bermutu, serta tidak transparan.

”Dengan anggapan ini kami membuka kegiatan ini, agar BPOM dapat menampik anggapan tersebut,” harap Yudi.

Sedikit menjawab pertanyaan masyarakat tersebut, pihak nya terus mengupayakan pembangunan Zona Integritas

Menuju WBK dan WBBM.

”Soal WBK dan WBBM BPOM Pekanbaru sudah mendapat predikat tersebut. Maka, jika dalam pelayanan kami terjadi permasalahan seperti adanya pungli pengurusan izin. Status yang sudah diraih itu dapat dicabut kembali,” ungkap nya.

Untuk mempertahankan dan meningkatkan predikat itu, Yudi mengakui, pihak nya telah menerapkan inovasi pelayanan publik BPOM Pekanbaru.

Untuk mendukung pelayanan prima itu, saat ini pihaknya telah memiliki SIOKE yakni (aplikaSI Online untuk Konsumen).

Selanjutnya, ada situs https://sioke.bbpompekanbaru.com/. Dimana, aplikasi ini merupakan buku tamu online yang memudahkan konsumen untuk melakukan registrasi pada saat akan menggunakan pelayanan publik BBPOM di Pekanbaru.

Lalu, aplikasi SPIDERMAN yakni sertifikasi pelayanan datangi dan cari konsumen.

”Dizaman canggih seperti sekarang ini, dengan aplikasi Spiderman. Petugas kami dapat dipanggil ke tempat usaha masyarakat,” katanya.

Dia melanjutkan, untuk pelayanan ini, nantinya akan langsung dikelola Tim Sertifikasi Balai Besar POM di Pekanbaru ke masyarakat khususnya UMKM dalam hal pendaftaran obat dan makanan.

Lebih jauh, pihaknya saat ini mengandalkan tiga program unggulan yakni SULUNG merupakan (Sertifikasi Pendampingan UMKM Daring dan Luring).

Kemudian, ada juga item SULTAN (Sapa UMKM Layani dan Temui Konsumen).

”Dalam hal ini BBPOM di Pekanbaru siap menjemput bola, mengunjungi pelaku usaha di gerai oleh-oleh, perkumpulan dan komunitas-komunitas usaha,” ungkap nya.

Selanjutnya, CC JEIDAR (Coaching Clinic Jemput Izin Edar). Dimana, pelayanan prima pendaftaran produk secara online dengan output terbitnya No. Izin edar pada hari yang sama.

Seterusnya, ada aplikasi layanan permintaan uji sampel eksternal berbasis online dengan nama (APUSE_line).

berobat ke malaysia dalam kondisi pandemi covid-19

BBPOM di Pekanbaru memiliki sistem aplikasi layanan permintaan uji sampel eksternal yang terintegrasi dengan SKM berbasis online nilai tambah terhadap pelayanan publik yang diberikan.

Kemudahan akses informasi dan layanan permintaan uji sampel bagi masyarakat dan stakeholder lainnya.

Dalam kegiatan ini, panitia juga memberikan waktu sesi tanya-jawab. Dimana beberapa narasumber menyampaikan beberapa hal yang perlu ditingkatkan dan perlu diperbaiki.

Dengan masukan itu, BPOM Pekanbaru berjanji akan mempertimbangkan seluruh masukan dari peserta. Untuk kemudian agar mempermudah pelayanan dan memberikan harga yang murah dan terjangkau. (mcr)