Warga Bengkalis Berjibaku Dengan Harimau Hanya Menggunakan Ranting Pohon

266
Syofyan yang mengalami luka-luka saat bertarung dengan harimau sedang mendapatkan perawatan intensif dari dokter dan petugas medis di Puskesmas Tenggayun, Bengkalis. (Foto: Istimewa)

BENGKALIS, MitraNews.co –  Sofyan (50), warga RT 02 RW 01 Dusun Murni Desa Sepahat, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis, Riau, Rabu (4/6/2020) sekira pukul 07.00 WIB diserang harimau.

Sofyan yang sehari-hari penoreh karet terkejut ketika harimau mendekati dan menyerangnya. Dengan refleks, bersenjatakan ranting yang ada di sekitarnya, Sofyan melawan binatang buas tersebut.

Kades Sepahat Mhd. Azlan kepada MataPers.com membenarkan terkait penyerangan Harimau ke warganya. “Syukur Alhamdulillah warga kita, Sofyan dapat selamat dari serangan binatang buas tersebut. Sofyan dengan menggunakan ranting yang ada bergulat dengan Harimau, namun dia selamat dari serangan bintang buas itu”, ujar Kades.

Diceritakan Kades,  saat menoreh getah tiba-tiba harimau menghampiri Sofyan yang hanya berjarak sekitar dua meter dari korban. Dia mencoba lari dengan cara memanjat pohon getah, tapi terus diburu harimau dan menerkam korban.

Lalu korban jatuh dan bergulat dengan si raja hutan dengan sepotong kayu. Sofyan teriak minta tolong, kemudian datanglah Syafi’i kebetulan menyadap karet dekat kebun korban, warga yang sama dari sepahat dan Syafi’i langsung menghubungi pihak desa.

Syafi’i tidak bertindak dan takut mendekat. Syafii kemudian memanggil teman-teman yang ada di sekitar kebun dan bersamaan dengan itu harimau sudah pergi. Lalu korban dievakuasi warga ke Puskesmas untuk diobati luka-luka yang dicakar bagian lutut dan bagian bawah.

“Alhamdulillah penanganan korban lagi di UPT Puskesmas Tenggayun dan kondisi Sofyan sudah membaik sejak ditangani tim medis,” tandas Azlan.

Pihak Desa berharap adanya tindakan dari Dinas terkait seperti BKSDA atau Polhut Provinsi. Azlan mengungkapkan, pihaknya sudah melaporkan kejadian itu ke kecamatan dan kepolisian serta BKSDA Provinsi.

“Dan informasi yang kita terima BKSDA ( Balai Konservasi Sumber Daya Alam) mau turun dan sedang dalam perjalanan menuju Sepahat,”  ucap Azlan.

Pantauan dari pemdes di TKP harimau sudah tidak nampak lagi. Namun warga berharap,  secepatnya harimau ditangkap karena sudah meresahkan. Apalagi sebelum ini juga sudah ada kejadian, dua ekor anjing warga dimakan harimau dihutan. “Kita berharap dari pihak BKSDA atau Polhut segeralah menangani binatang ini,” imbuh kades.

Di kesempatan yang sama Camat Bandar Laksamana Acil Esyno mengharapkan, kepala desa Sepahat untuk mengingatkan warga dan MPA agar waspada serta berhati-hati kalau memang melaksanakan kegiatan di dekat hutan. Kemudian kepada warga yang menjadikorban diharapkan sabar dan mudah-mudahan segera sembuh.

Pihak kecamatan sudah berkoordinasi dengan Polsek, Danramil dan BKSDA untuk memasang jerat, sehingga harimau itu bisa ditangkap.